Langsung ke konten utama

Postingan

Bunga Edelweis

Hanya suara musik yang menemaniku malam ini. Untuk kesekian kalinya, aku memilih untuk melakukan ini daripada apa yang banyak orang lain lakukan. Kutatap lalu lalang isi kota yang membosankan ini. Suara mobil dan motor dimana-mana, beberapa pekerja berlari pelan tidak sabar ingin pulang, beberapa orang juga bersenang-senang dengan kekasihnya. Aku merasa iri. Ku minum secangkir kopi yang aku pesan tadi. Cafe ini benar-benar menjadi tempat ternyaman bagiku. Berada di sisi kota dengan bersembunyi pada bangunan toko buku berlantai dua. Lantai satu untuk toko buku dan lantai dua untuk cafe ini. Konsep ruangannya mengikuti gaya autentik eropa dengan dihiasi pernak-pernik indah. Namun, ada satu yang membuatku menyukai cafe ini. Terdapat bunga edelweis yang sangat indah disini. Bunga itu ditaruh di meja dekat jendela luar. Menurutku, bunga itu bukan hanya sebagai hiasan, namun juga dapat mendekatkanku pada jejak-jejak yang kamu tinggalkan.  Seminggu ini hidupku sudah tidak bisa seperti dul...
Postingan terbaru

Perkebunan Orang Jahat

Setiap hari selalu ada masalah-masalah baru. Aku dan orang-orang sini hidup dalam laporan berita tidak baik. Tapi asal kalian tau, berita itu sering disiarkan kemudian hilang begitu saja. Berkali kali sudah terjadi. Tau mengapa? Akan kuberitahu kalian bahwa uang adalah segalanya. Dengan uang kita akan mempunyai kekuasaan. Dengan uang kita juga akan membangun hidup bebas. Bebas menanam, bebas merawat, bebas memakan hasil panen. Aku dan orang-orang sini adalah pelaku. Mafia terbesar di benua ini. Pekerjaanku hanya mengawasi dan memberi hukuman. Jika ada yang menghalangiku, ketahuilah orang itu tidak akan selamat. Mafia ini sudah ada sejak dulu. Bahkan sejak aku kecil. Dan sekarang, mafia ini sudah memiliki jaringan yang luas. Bersembunyi dalam arus manusia.  Kalian bebas menganggap kami apa. Kami tidak menghiraukannya, pikiran kami hanya tertuju pada kejayaan mafia kami. hanya itu. Tapi jika ada yang ingin memberi kata-kata indah pada kami. Silakan. Kami menghormati penyair-penyair t...

Ada Tugas yang Harus Diselesaikan

Menjadi seorang yang pandai dalam hal apa saja sangat mustahil jika tidak dilandasi dengan usaha yang besar. Cita-cita dan harapan adalah tujuan akhir bagi para pejuang, pesaing, dan pekerja keras. Arus kehidupan akan terus bergerak. Tergantung kita apakah mau berusaha atau sebaliknya. Jika kita mau berusaha maka ada hasil yang ditunggu. Jika tidak maka kita akan hanyut dalam arus ombak tanpa tau tujuan yang jelas.  Ada tugas yang harus diselesaikan. kalimat ini mengandung makna penting bagi setiap manusia. Yaitu sebuah kewajiban untuk menjalankan amanah. Peran kita sebagai manusia sangat berarti bagi manusia lainnya. Namun hal itu juga berdampak buruk bagi manusia yang lain. Tapi jangan khawatir. Dunia memang begitu dari dulu. Tinggal bagaimana cara kita berpikir layaknya manusia berakal sehat dengan selalu mengerjakan hal-hal yang baik. Usaha itu akan sempurna jika ditambah dengan kesungguhan kita untuk berdoa kepada Tuhan.  Bagaikan seorang petinju gulat yang selalu latihan...

Ventilasi Rumah Tua

Semua manusia mempunyai cerita masing-masing. Bebas melakukan apa saja. Mau bermain, tidur, sampai melakukan kejahatan pun boleh dilakukan setiap manusia. Akhir-akhir ini, aku selalu berpikir seperti itu. Namun pikiran itu lenyap setelah istriku datang membawa teh hangat. Aku tersenyum menatapnya. Lantas berterimakasih. “Ada apa?” Istriku bertanya. “Tidak ada apa-apa, hanya saja aku merasa bersyukur masih bisa melihat pemandangan sore yang indah ini” Istriku menatap keluar “Sungguh indah” Istriku tersenyum kemudian kembali masuk kedalam rumah. Di saat aku bersandar bersantai membaca koran tiba-tiba aku mendengar suara samar-samar dari rumah tua di ujung pedesaan. Suara rintihan kesakitan. Suara tangisan. Suara meminta tolong.   Ya, aku menyadari. Sepertinya itu suara seorang gadis. Aku harus kesana. Ku letakkan kembali koran di meja. Sekilas ku lirik teh hangat buatan istri ku yang belum aku minum sejak tadi. Maafkan suami mu ini ya, aku berjanji setelah pulang aku akan meminumnya ...