Hanya suara musik yang menemaniku malam ini. Untuk kesekian kalinya, aku memilih untuk melakukan ini daripada apa yang banyak orang lain lakukan. Kutatap lalu lalang isi kota yang membosankan ini. Suara mobil dan motor dimana-mana, beberapa pekerja berlari pelan tidak sabar ingin pulang, beberapa orang juga bersenang-senang dengan kekasihnya. Aku merasa iri. Ku minum secangkir kopi yang aku pesan tadi. Cafe ini benar-benar menjadi tempat ternyaman bagiku. Berada di sisi kota dengan bersembunyi pada bangunan toko buku berlantai dua. Lantai satu untuk toko buku dan lantai dua untuk cafe ini. Konsep ruangannya mengikuti gaya autentik eropa dengan dihiasi pernak-pernik indah. Namun, ada satu yang membuatku menyukai cafe ini. Terdapat bunga edelweis yang sangat indah disini. Bunga itu ditaruh di meja dekat jendela luar. Menurutku, bunga itu bukan hanya sebagai hiasan, namun juga dapat mendekatkanku pada jejak-jejak yang kamu tinggalkan. Seminggu ini hidupku sudah tidak bisa seperti dul...
Setiap hari selalu ada masalah-masalah baru. Aku dan orang-orang sini hidup dalam laporan berita tidak baik. Tapi asal kalian tau, berita itu sering disiarkan kemudian hilang begitu saja. Berkali kali sudah terjadi. Tau mengapa? Akan kuberitahu kalian bahwa uang adalah segalanya. Dengan uang kita akan mempunyai kekuasaan. Dengan uang kita juga akan membangun hidup bebas. Bebas menanam, bebas merawat, bebas memakan hasil panen. Aku dan orang-orang sini adalah pelaku. Mafia terbesar di benua ini. Pekerjaanku hanya mengawasi dan memberi hukuman. Jika ada yang menghalangiku, ketahuilah orang itu tidak akan selamat. Mafia ini sudah ada sejak dulu. Bahkan sejak aku kecil. Dan sekarang, mafia ini sudah memiliki jaringan yang luas. Bersembunyi dalam arus manusia. Kalian bebas menganggap kami apa. Kami tidak menghiraukannya, pikiran kami hanya tertuju pada kejayaan mafia kami. hanya itu. Tapi jika ada yang ingin memberi kata-kata indah pada kami. Silakan. Kami menghormati penyair-penyair t...